Pemulihan Bencana Perusahaan Perbankan Dalam Era FinTech

Era FinTech semakin mewarnai sistem informasi perusahaan perbankan di Indonesia pada awal Januari 2017. Financial Technology merupakan program transformasi digital perusahaan perbankan untuk meningkatkan layanan nasabah. Disamping itu, dengan inovasi yang semakin berkualitas, perusahaan akan mendapat nilai kompetitif di pasar. Oleh karena itu, pemulihan bencana di setiap perusahaan perbankan harus di perkuat untuk mendukung pengembangan dan operasional.

Dengan transformasi digital, memungkinkan perusahaan perbankan yang memiliki skala lebih kecil untuk sejajar dengan perusahaan besar. Perusahaan startups FinTech yang sudah mulai bertebaran sejak pertengahan tahun 2016 kemarin yang merupakan tanda awal era teknologi sektor keuangan.

Transformasi Digital Pada Perusahaan Perbankan

Pada awalnya, transformasi digital pada perusahaan perbankan akan bertujuan untuk menghasilkan sebuah aplikasi baik untuk staff internal maupun aplikasi transaksi untuk nasabah. Kemudian dilanjutkan untuk meningkatkan kebergunaan aplikasi tersebut dengan menambahkan fitur-fitur baru. Sehingga, perusahaan mendapatkan aplikasi yang semakin berkualitas dari waktu ke waktu.

Siklus Transformasi Digital di era FinTech

Persaingan perusahaan perbankan dalam era FinTech ini memang akan lebih mengedepankan kebergunaan atau kualitas aplikasi transaksi. Hal ini memerlukan sebuah siklus hidup pengembangan (SDLC) untuk dapat meningkatkan kualitas. Peningkatan kualitas aplikasi FinTech tersebut harus memiliki dasar dan teruji kelancarannya serta kebergunaanya.

Penambahan fitur-fitur baru tersebut merupakan inovasi secara terus menerus (CI). Inovasi tersebut akan melibatkan umpan balik dari pengguna, baik dari nasabah maupun dari karyawan operasional. Sehingga, layanan di suatu perbankan akan semakin lancar, dapat dilakukan dengan semudah mungkin, aman, dan semakin membutuhkan waktu yang singkat.

Namun pada sisi pengembang dan operasional (Dev dan Ops), inovasi tersebut memerlukan lingkungan pengujian yang mendukung untuk live testing. Jika tidak, potensi downtime pada sistem yang berjalan akan meningkat. Hal ini dapat mendorong “pemikiran dilematik” bagi para pimpinan perusahaan. Untuk melakukan transformasi digital, memang diperlukan kepemimpinan yang kuat dengan berkeyakinan penuh terhadap transformasi digital. Downtime merupakan mimpi buruk tertinggi pada industri FinTech dimana pun. Untuk itu, perusahaan harus menyertakan sistem fail-over terbaik pada rencana dan strategi transformasi digital.

Pemulihan Bencana Perusahaan Perbankan Untuk Kebutuhan FinTech

Hampir seluruh perusahaan perbankan telah memiliki rencana pemulihan bencana secara tertulis. Baik untuk replikasi data, eksekusi backup, maupun untuk skenario aktif-ke-aktif. Disamping itu, peraturan di Indonesia mewajibkan perusahaan yang menyelenggarakan transaksi elektronik untuk memiliki situs pemulihan cadangan di Indonesia.

Adopsi digitalisasi bisnis menghasilkan penambahan aplikasi dan sistem, yang secara bersamaan menimbulkan kebutuhan jaminan perlindungan. Uptime merupakan faktor kunci dalam kelangsungan operasional perbankan dan terlebih lagi pada era FinTech ini. Misi kritis operasional perbankan sehari-hari harus dapat terus berjalan walaupun terdapat masalah pada sistem.

Ada 4 Hal yang perlu diperhatikan secara khusus dalam pemulihan bencana untuk FinTech:

  1. Kecepatan. Semakin cepat sistem yang bermasalah dapat di alihkan ke sistem cadangan maka potensi downtime dan kehilangan data akan semakin berkurang.
  2. Latency. Dengan mempertimbangkan lokasi situs pemulihan, perusahaan dapat menekan tingkat kehilangan data dan disintegritas data.
  3. Kinerja. Menggunakan layanan pemulihan bencana terdedikasi dapat meningkatkan kinerja sistem fail-over.
  4. Keamanan. Sistem cadangan harus tidak boleh tercampur dengan kepentingan pihak lain di dalamnya. Dengan menggunakan layanan pemulihan bencana terdedikasi, maka keamanan cadangan sistem dan data anda lebih terjamin.

Dengan memperhatikan 4 hal tersebut, perusahaan tidak perlu lagi mengkhawatirkan downtime yang akan sering terjadi pada proses pengujian fitur baru aplikasi FinTech.

Untuk Para CIO dan CTO di Perusahaan Perbankan

Selain sebagai salah satu syarat peraturan dari Pemerintah dan Bank Indonesia, pemulihan bencana merupakan standar kelayakan teknologi informasi pada institusi keuangan. Era transformasi digital menghasilkan persaingan dalam Teknologi Keuangan atau FinTech, sedangkan downtime bukanlah suatu pilihan.

Elitery adalah salah satu perusahaan yang fokus dalam penyediaan infrastruktur IT yang reliable, efisien dan scalable. Dengan data center yang berstandar international dan team yang tersertifikasi serta berpengalaman akan memastikan kelangsungan proses bisnis pada seluruh perusahaan partner kami.

Kami akan senang menjawab pertanyaan anda, silahkan hubungi kami di (+62-21) 750-2976 atau melalui formulir kontak dibawah ini. Terimakasih..