Computer Disaster Recovery:  Mengapa Penting untuk Bisnis Anda?

Bencana merupakan salah satu peristiwa yang tak pernah bisa diprediksi kedatangannya. Dampak yang ditimbulkan pun mampu melumpuhkan berbagai sektor dan industri. Untuk perusahaan, misalnya, bencana alam seperti gempa dan banjir kerap merusak sampai menghapus data-data penting. Oleh karena itu, Computer Disaster Recovery diperlukan sebagai antisipasi.

Disebut juga sebagai disaster recovery, langkah ini membantu perusahaan mengamankan data supaya bisa kembali diakses selepas bencana. Seperti apa cara kerjanya? Anda simak penjelasan lengkapnya berikut ini! 

Peran Computer Disaster Recovery Bagi Perusahaan

Mengikuti namanya, Computer Disaster Recovery adalah konsep mengamankan sistem, data, dan aplikasi yang tersimpan pada perangkat komputer dari bencana. Jenis bencana yang dimaksud pun tak selalu yang bersifat destruktif. Serangan siber (cyber attack) sampai pandemi seperti Covid-19 dikategorikan pula sebagai bencana yang perlu Anda waspadai. 

Apabila perusahaan menghadapi kejadian yang merusak perangkat komputer dan mengancam keamanan data, disaster recovery akan diaktifkan untuk menyelamatkannya. Dengan begitu, Anda tetap bisa mengakses data-data tersebut memakai perangkat yang selamat. Perusahaan pun dapat meneruskan kegiatan operasional sampai menunggu situasi dan kondisi kembali normal. 

Baca Juga : Pentingnya Manajemen Bencana di Indonesia

Memahami Cara Kerja Computer Disaster Recovery

Pada tahap awal, Computer Disaster Recovery dilakukan dengan memastikan semua perangkat, peralatan, sistem, hingga server dapat diakses kembali. Perusahaan pun disarankan memasukan serial number pada perangkat komputer. Setelah itu, Anda bisa mengikuti prosedur berikut:

1. Duplikasi Data

Data penting perusahaan harus diduplikasi untuk memastikan bahwa tidak hanya tersimpan di satu lokasi. Dalam situasi ketika terjadi kerusakan pada pusat data atau pusat data center, data penting masih tersedia di lokasi cadangan.

Semua data yang tersimpan di pusat data utama (primary site) akan disalin dan disimpan di pusat data cadangan (secondary site). Data dapat disimpan dalam dua cara, yaitu secara virtual (cloud) dan dengan menggunakan tempat fisik.

2. Mengaktifkan Secondary Site

Ketika bencana terjadi dan mengakibatkan kerusakan pada primary site, maka secondary site akan diaktifkan secara otomatis. Meskipun operasional perusahaan terhenti di primary site, tetapi hal ini hanya berlangsung dalam jangka waktu singkat.

Secondary site akan diaktifkan secara cepat agar operasional perusahaan dapat kembali berjalan. Meskipun kondisinya masih belum stabil, setidaknya aktivitas penting yang harus dilakukan dapat dilanjutkan seperti biasa.

3. Membangun Ulang Primary Site

Setelah secondary site mulai diaktifkan, primary site akan dibangun kembali dengan menggunakan infrastruktur yang baru.

Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa primary site dapat kembali digunakan setelah bencana berakhir. Selama masa pemulihan, data yang disimpan di secondary site akan disalin kembali ke primary site agar aktivitas kerja dapat dilanjutkan seperti biasa dan tidak terjadi perubahan yang signifikan.

4. Pergantian Data center

Setelah primary site selesai dibangun, aktivitas perusahaan dapat kembali dilakukan di tempat asalnya. Namun sebelum itu, penting untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas yang menggunakan data dari secondary site terhenti sementara.

Setelah tahap sebelumnya selesai, barulah dapat dilaksanakan proses pengalihan seluruh operasional perusahaan dari secondary site ke primary site. Dengan demikian, perusahaan dapat kembali beroperasi secara normal seperti sebelumnya.

Selain langkah-langkah di atas, ada beberapa hal penting lain yang perlu Anda perhatikan. Di antaranya penempatan disaster recovery di luar kota atau yang lokasinya jauh dari pusat data utama. Tujuannya adalah mencegah kerusakan dan kehilangan data saat bencana terjadi.

Backup data di server room dan menjaga koneksi internet tetap stabil adalah tindakan-tindakan lain yang memperlancar Computer Disaster Recovery. Jadi, kemungkinan perusahaan mengalami kerugian besar dapat ditekan maksimal.

 

Scroll to Top
×

Welcome to Elitery
Our support team is here to help you find the right solutions

×