Lindungi Bisnis FinTech Anda Dari Kerugian Akibat Downtime

Mencegah Kerugian Akibat Downtime

Bisnis FinTech semakin menjamur di Indonesia. Persaingan akan terjadi pada seputar inovasi dan di tuntut dapat meluncurkan fitur-fitur baru lebih cepat dari sebelumnya. Pengujian dapat sebabkan downtime dan ini bukan satu-satunya penyebab downtime. Kerugian akibat downtime tidak hanya sebatas keuangan, kredibilitas dan kepercayaan banyak pihak akan menurun.

Mempertahankan dan Meningkatkan Pengalaman Pengguna

Saat ini perusahaan FinTech di Indonesia semakin bertambah banyak. Berdasar informasi di situs Asosiasi Fintech Indonesia, telah terdapat 148 perusahaan FinTech. Dan ini kemungkinan akan terus bertambah dari waktu ke waktu.

Persaingan pada bisnis FinTech akan semakin ketat. Para C-Level di perusahaan FinTech selalu berusaha untuk meningkatkan layanan bagi para pengguna. Inovasi merupakan “senjata” terdepan dalam memenangkan persaingan di pasar.

Sekali terjadi insiden, maka dapat sebabkan penurunan pada pengalaman pengguna. Ketika pengguna tidak dapat mengakses aplikasi mobile FinTech, mereka kecewa dan mulai mencari yang lain.

Ketika kepercayaan terhadap bisnis menurun, ada beberapa dampak yang belum terlihat jelas kerugiannya secara finansial. Misal, pengguna yang berkurang atau bertambahnya pengguna yang tidak aktif. Ini akan sebabkan kerugian pada biaya akuisisi dan biaya aktivasi pelanggan.

Cost per installation (CPI) tersebut tentunya harus diperhitungkan oleh bisnis FinTech. Biaya pemasaran telah dikeluarkan untuk kampanye sosialisasi hingga mengajak untuk menggunakan aplikasi FinTech anda.

Biaya per instalasi tersebut wajib di ketahui oleh para CEO, agar dapat memahami berapa biaya yang harus dikeluarkan kembali ketika terjadi downtime atau insiden.

Inilah kenapa mempertahankan pelanggan menjadi begitu penting dalam persaingan di era digital sekarang ini. Dan ini juga berarti bahwa tidak boleh ada satu titik kegagalan yang dapat sebabkan bisnis FinTech anda menurun.

Penyebab Downtime Semakin Banyak

Mungkin di awal bisnis, kita dapat rasakan semua serba lancar. Ketika pengguna semakin banyak, downtime semakin banyak ditemui.

Downtime dapat terjadi karena banyak sebab, migrasi data dan konfigurasi juga dapat sebabkan downtime.

Disamping itu, bahaya serangan ransomware juga memerlukan pencadangan yang dapat mengenali pola perilaku malware. Malware seperti ransomware dapat berdiam diri dan berkamuflase, ketika backup yang dianggap telah bersih di restore ke sistem, maka sistem dapat terinfeksi kembali.

Contoh diatas hanya sebagian dari penyebab downtime tak terduga. Demikian untuk perawatan, akan sebabkan downtime dan ini lebih baik jika operasional harus di alihkan ke situs DRaaS ketimbang harus mengecewakan pengguna dengan pengumuman “Maaf layanan sedang tidak tersedia, coba beberapa saat lagi”.

Tentunya, untuk dapat mempertahankan pelanggan, downtime harus dapat dikelola dengan baik. Baik downtime tak terduga atau downtime terjadwal, dapat sebabkan menurunnya kepercayaan pengguna.

Mencegah Kerugian Akibat Downtime

Dampak kerugian akibat downtime tidak hanya sampai pada hal yang dijelaskan di atas saja. Produktivitas karyawan juga dapat menurun dan jika terlalu sering, ini dapat timbulkan rasa frustrasi.

Untuk mencegah kerugian akibat downtime pada bisnis FinTech, anda dapat menggunakan otomatisasi dan orkestrasi dengan menggunakan Docker dan Kubernetes. Namun, hal ini juga harus diperkuat dengan adanya infrastruktur cadangan yang berjalan diatas cloud.

Disaster Recovery as a Services (DRaaS) dapat digunakan oleh para pebisnis FinTech sebagai infrastruktur cadangan. Ketika downtime terjadi dan tampaknya akan memakan waktu lebih dari 1 jam, anda dapat mengalihkan operasional ke DRaaS yang anda miliki.

Dengan adanya DRaaS, operasional bisnis FinTech dapat berjalan terus seperti tanpa ada masalah.

Ketika sistem utama anda telah pulih, operasional dapat dikembalikan ke situs utama dengan data yang sudah tersinkronisasi.

Hasilnya, kerugian akibat downtime dapat semakin berkurang. Jika sebelum menggunakan DRaaS, anda mengalami downtime 12 jam, dengan adanya DRaaS downtime tersebut berkurang menjadi 1 jam saja misalnya.

Jika rata-rata downtime per 1 jam pada bisnis FinTech anda adalah sekitar Rp. 100 juta, maka dengan memakai DRaaS, anda dapat menurunkan biaya akibat kerugian downtime tersebut sebesar Rp. 1,1 milyar? Keputusan selalu berada di tangan anda.. 

EliVault, Solusi Mitigasi Downtime

Elitery menghadirkan EliVault sebagai solusi untuk mencegah kerugian akibat downtime, baik terduga maupun tidak terduga. EliVault memberikan jaminan ketersediaan hampir 100% tanpa downtime. Dilengkapi dengan teknologi pengenalan pola perilaku malware, dapat lebih menjamin data anda tetap bersih dan terjaga.

Biaya DRaaS per bulan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan kejadian downtime per jam.

Oleh karena itu, selain untuk memenuhi persyaratan dari Otoritas Jasa Keuangan Indonesia, ada baiknya bisnis FinTech mulai melindungi bisnis dari kerugian akibat downtime.

Segera miliki pencadangan sistem untuk operasional dan layanan bisnis FinTech Anda.

Jangan biarkan satu titik kegagalan menyebabkan kerugian besar jangka pendek dan jangka panjang pada bisnis FinTech Anda.