back

Persyaratan Backup dan Pemulihan Bencana

Selain peluang, tantangan di era digital juga semakin meningkat. Serangan cyber ke institusi keuangan dan layanan kesehatan telah menjadi topik hangat dalam beberapa tahun belakangan hingga saat ini.

Solusi pencadangan sistem dan data telah menjadi kebutuhan penting, namun ada beberapa persyaratan backup dan pemulihan bencana yang harus menjadi pertimbangan bagi setiap bisnis.

Seiring dengan semakin canggihnya malware dan DDoS, persyaratan backup dan pencadangan seluruh sistem (Disaster Recovery) harus dapat menjadi solusi efektif. Terutama untuk para Startup Fintech, pencadangan selain merupakan persyaratan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga selalu menjadi syarat teknis.

Kriteria Persyaratan Backup dan Pemulihan Bencana

Selain serangan cyber, banyak hal lainnya yang dapat menyebabkan kelumpuhan layanan dan operasional bisnis. Terutama di era digital sekarang ini, dimana persaingan bisnis berada pada kecepatan dalam mengeluarkan fitur baru.

Disamping itu, mungkin kita sudah memiliki backup, akan tetapi ketika terkena serangan malware data cadangan masih terinfeksi malware. Ini artinya, ada sebuah persyaratan backup yang diperlukan untuk dapat menjadi solusi.

Dalam hal ini, solusi DR merupakan pilihan utama, akan tetapi apa saja kriteria persyaratan backup dan pemulihan bencana untuk kebutuhan sekarang ini?

Berikut beberapa persyaratan backup dan DR di era digital sekarang ini:

  • Lokasi data center berada di tempat yang aman dari banjir, kerusuhan, dan sebagainya.
  • Memiliki ketersediaan diatas 99%, dapat diakses secara terus menerus hampir tanpa henti.
  • Memiliki RTO dan RPO +/- 2 jam untuk mengurangi risiko lamanya downtime.
  • Login dengan 2 faktor keamanan.
  • Memiliki enkripsi AES 256.
  • Memiliki teknologi pengenalan pola perilaku malware.
  • Memiliki sertifikasi standar keamanan keuangan PCI DSS.
  • Memiliki sertifikasi standar manajemen keamanan ISO 27001.
  • Dikelola oleh profesional berpengalaman dan memiliki berbagai sertifikasi yang dibutuhkan.
  • Memiliki sistem support dengan beberapa tingkatan.
  • Mudah untuk di implementasikan.
  • Selalu dapat dilakukan pengujian rutin.
  • Pencadangan harus berada diluar lingkungan fisik dan virtual.
Sebagai tambahan pertimbangan, untuk mencegah data loss dari faktor network latency, perlu juga dipertimbangkan jarak lokasi data center yang digunakan untuk pencadangan.

Demikian untuk perbankan, bahwa praktik terbaik Disaster Recovery adalah dengan memiliki beberapa pencadangan sistem dan data yang salah satunya berada diluar lingkungan fisik dan lingkungan virtual. Hal ini untuk memastikan keberlangsungan operasional bisnis tanpa gangguan.

Manfaat Backup dan DR untuk Bisnis di Era Digital

Disaat kita sedang berupaya meningkatkan kualitas layanan pada pelanggan, tiba-tiba muncul serangan cyber atau masalah teknis yang menyebabkan kelumpuhan layanan dan operasional. Downtime menghilangkan potensi penghasilan dan membutuhkan biaya untuk perbaikan.

Kerugian dan biaya akibat downtime bervariasi tergantung pada skala bisnis, dan waktu pemulihan layanan menjadi parameter penghitungan kerugian tersebut. Misal, jika bisnis anda memiliki transaksi Rp. 10 milyar per hari, dan jika downtime terjadi 2 hari, maka potensi bisnis yang hilang adalah sekitar Rp. 20 Milyar.

Berikut beberapa manfaat menggunakan solusi pencadangan data dan sistem untuk bisnis anda:

  • Memenuhi berbagai syarat kepatuhan.
  • Melindungi data konsumen dan perusahaan.
  • Mengurangi atau memperpendek risiko downtime.
  • Biaya lebih murah jika dibanding biaya dan kerugian downtime.
  • Mesin virtual yang direplikasi dapat didorong ke lokasi global mana pun, sehingga dapat lebih efisien.
  • Sistem berbasis cloud memungkinkan perusahaan menyimpan mesin virtual yang direplikasi ke beberapa wilayah penyimpanan untuk perlindungan dan redundansi yang lebih besar.
  • Bebas dari rasa khawatir saat melakukan pengujian fitur baru.
  • Tidak perlu membayar pemerasan dari serangan malware.
  • Lebih hemat ketimbang harus membangun data center sendiri.
  • Data ter-enkripsi dan di proteksi dengan password, artinya Vendor anda sekalipun tidak dapat mengakses.
  • Solusi dapat tersedia dalam cloud (DRaaS).
  • Analisis data yang dicadangkan dapat memahami risiko dan tantangan di sekitar data tidak aktif, pertumbuhan penyimpanan, dan klasifikasi data.
Di dunia kerja kita yang semakin modern 24/7, seluler, dan berbasis cloud, penting untuk tetap selangkah lebih maju dalam hal perlindungan data – karyawan, mitra, dan pelanggan Anda akan berterima kasih untuk itu.

Siapapun dapat terkena downtime, sekali downtime menghampiri bisnis anda maka reputasi bisnis dapat hancur seketika.

Oleh karena itu, pencadangan sistem dan data sangat diperlukan, namun harus dengan yang memenuhi persyaratan diatas.

Memperkenalkan

Solusi pencadangan sistem dan data untuk bisnis Fintech.