Peluang dan Tantangan Pada Digitalisasi Retail Banking

Peluang dan Tantangan

Dalam Digitalisasi Perbankan Retail
Digitalisasi perbankan ritel akan memiliki makna yang cukup luas berdasarkan setiap konsep bisnis yang ada. Mari kita cari tahu lebih banyak pada artikel ini.
Pada era transformasi digital sekarang ini, semakin banyak sektor perbankan yang mulai berbenah diri. Seperti pada Bank CIMB Niaga yang memperkuat infrastruktur IT sebagai dasar untuk memulai digitalisasi perbankan, hingga seperti pada Bank Central Asia yang mulai membangkitkan era Fintech melalui ajang Finhacks.

Fenomena tersebut menandakan bahwa digitalisasi perbankan merupakan kunci kesuksesan untuk retail banking.

Perbankan merupakan pusat transaksi ekonomi. Perkembangan teknologi informasi membawa banyak perubahan dan pergeseran. Kesuksesan bisnis sekarang ini lebih banyak dipengaruhi dalam seberapa cepat perusahaan dapat mengadopsi perubahan tersebut. Ini merupakan tantangan serius bagi pihak perbankan dalam mengimbangi kondisi tersebut. Digitalisasi perbankan tidak hanya sekedar bertujuan untuk memindahkan transaksi manual menjadi otomatis. Digitalisasi perbankan akan memiliki arti yang cukup luas berdasar masing-masing konsep bisnis yang ada.

Z

Manfaat Digitalisasi Perbankan

Peluang dan manfaat digitalisasi perbankan akan berkisar pada efisiensi. Pada tahun 2016 yang lalu, McKinsey menemukan bahwa digitalisasi perbankan dapat menurunkan biaya operasional perbankan hingga 25% (dan mungkin bisa lebih dari itu).
Berikut beberapa manfaat dari digitalisasi perbankan:
  • Meningkatkan kualitas layanan nasabah
  • Mempercepat proses transaksi
  • Menurunkan biaya, baik untuk pihak perbankan maupun untuk para nasabahnya
  • Dapat menggunakan data untuk analisa dalam meningkatkan bisnis
  • Dapat cepat menambah jumlah nasabah melalui segudang kemudahan dalam proses
  • Digitalisasi perbankan dapat menurunkan faktor kesalahan manusia
  • Mempermudah pembukaan rekening dan pemeliharaan akun nasabah
  • Pekerjaan rutin dapat lebih mungkin tergantikan dengan otomatisai
  • Kebutuhan dalam kas tunai yang besar semakin menurun
  • Dapat lebih menjangkau pelosok daerah
  • Menurunkan penggunaan uang palsu
  • Produktivitas akan meningkat
Terutama dalam menurunkan biaya operasional, digitalisasi perbankan merupakan investasi jangka panjang. Pihak perbankan dapat menjangkau pasar lebih luas dengan menurunkan anggaran investasi pembukaan cabang pembantu dan kantor kas kecil. Untuk dapat melakukan ini, pada tahap awal pihak perbankan perlu melakukan transformasi infrastruktur IT.

Tantangan Digitalisasi Perbankan

Setelah meninjau ulang kesiapan infrastruktur IT maka perencanaan dan strategi digitalisasi akan segera anda rumuskan. Sinkronisasi pada tiap departemen dan prioritas area digitalisasi merupakan tantangan umum yang sering dihadapi oleh manajemen perbankan.
Berikut beberapa tantangan yang ada:
  • Keamanan perbankan merupakan hal paling kritis seiring meningkatnya serangan terhadap lembaga keuangan. Kesiapan infrastruktur IT yang dilakukan di tahap awal dapat menurunkan risiko¬†serangan cyber pada layanan perbankan¬†dengan pencegahan serta kemampuan respon cepat dan otomatis.
  • Untuk mengoptimalkan efisiensi, perusahaan harus mengintegrasikan omni-channel mereka dengan konsep “agnostik”. Dalam hal ini, metode BizDevOps akan diperlukan oleh pihak perbankan.
  • Tantangan dalam mengidentifikasi peluang dengan melihat siklus hidup pelanggan secara keseluruhan. Disamping itu perbankan juga akan perlu melihat perubahan penting untuk memperbaiki layanan dan pengalaman nasabah.
  • Mengatasi fluktuasi terhadap loyalitas nasabah retail banking.
  • Persaingan inovasi dengan perusahaan perbankan lainnya dan juga dengan perusahaan startup fintech.
Bagi para manajemen senior, tantangan tersebut mungkin dapat diatasi dengan mudah. Dalam implementasinya, perbankan tetap harus memastikan strategi digitalisasi perbankan tersebut dapat mendukung peluang dan tantangan yang ada. Selanjutnya, anda akan perlu untuk meninjau ulang kesiapan infrastruktur IT untuk transformasi digital.

Elitery Sebagai Mitra Infrastruktur IT Perbankan

Elitery berpengalaman dalam operasional infrastruktur IT untuk misi kritis bagi lembaga keuangan di Indonesia. Selain itu, Elitery juga merupakan mitra terpercaya dalam mengelola infrastruktur IT yang kompleks di beberapa perusahaan Indonesia maupun di luar negeri. Elitery memberikan layanan mulai dari fasilitas Data Center yang dapat diandalkan sebagai cadangan infrastruktur IT anda, virtualiasi, otomatisasi dan orkestrasi infrastruktur data center.

Baik Untuk Perusahaan Besar atau Usaha Kecil

Elitery Memiliki Solusi Tepat Untuk Bisnis Anda!

Sudah siapkah Infrastruktur IT Anda ?

Elitery memberikan jasa konsultasi data center untuk menjamin kesiapan Bank anda dalam melakukan transformasi digital.